Bab 1 | Awal Mula
April 2016
Suasana riuh khas jam kosong terjadi di kelas ku. Beberapa anak sibuk mengerjakan tugas yang diberikan, sebagian sibuk berbincang-bincang.
Aku dan teman-temanku berniat mengerjakan tugas, satu dua soal selesai tapi selanjutnya kami malah asik bercerita.
"Tere Liye bentar lagi ngeluaran novel baru." ujar Qisty.
"Beli lah Qis, ntar aku pinjem."
Obrolan random seperti itulah yang selalu terjadi entah saat jam kosong atau istirahat.
"Ah My Pre-Wedding update hari ini!" pekik ku sambil berdiri.
"Yaelah Gis, kirain ada apa."
"Hehe ... bentar ya."
Aku berjalan ke arah kumpulan laki-laki. Menepuk punggung Zian.
"Zi, pinjem hp webtoon, webtoon." ucap ku.
Karena memang diponselku tak ada aplikasi itu, maka aku selalu membaca komik diponsel Zian. Juga kenapa aku tak menginstalnya, karena memori ponsel sekarat. Dan kenapa harus Zian? Karena teman-temanku tak membaca komik.
"Kuota abis Gis," kata Zian. "Eh tapi pinjem hpnya Faiz aja tuh, ada webtoonnya juga."
Aku melihat ke arah Faiz yang sedang sibuk mengerjakan—menyalin lebih tepatnya tugas.
"Iz." panggilku.
Faiz menjawab tanpa melihat ke arah ku.
"Pinjem hp."
Dia mengalihkan pandangnya dari buku. Melihat ke arahku. "Buat?"
"Baca webtoon."
"Oh, ambil aja di tas." katanya lalu mengalihkan lagi pandangannya.
Aku duduk di sampingnya, mengambil tas yang berada di bawah Faiz.
"Di sebelah mananya?"
"Di resleting paling depan, ambil aja."
Aku mengambil benda berbentuk persegi panjang itu. Aku mulai membaca apa yang sedari tadi aku cari. Saat sedang membaca, tiba-tiba saja dari arah samping seseorang bertanya. "Baca My Pre-Wed juga?"
Aku melihat ke arah samping.
"Iya nih, kamu juga?"
"Iya."
Lalu setelah itu kita berdua asik mengobrol mengenai komik yang sebelumnya aku baca.
Satu, dua kali hingga akhirnya itu menjadi kebiasaan dan semua berawal dari itu. Hanya karena komik dan kita menjadi dekat.

